Powered By

emperordeva

Powered by Blogger

Selasa, Agustus 04, 2009

Tips dan Pengetahuan Jika Anak Demam

Demam merupakan salah satu alasan orangtua membawa anaknya ke dokter. Beberapa orang tua berpikir bahwa demam merupakan sesuatu yang buruk dan dapat menyebabkan kerusakan otak. Pandangan seperti itu tidak tepat karena demam sebenarnya merupakan salah satu usaha tubuh kita untuk melindungi tubuh dari infeksi. Pada saat terjadi infeksi maka tubuh akan memproduksi panas lebih banyak. Dengan panas maka usaha untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi menjadi lebih optimal.



Demam adalah kenaikan suhu tubuh lebih dari 38oC (diukur di ketiak, dan di mulut). Seringkali tidak serius, tetapi kadang serius juga. Maka kita perlu bertanya apa kemungkinan penyebab demam pada anak saya? Apakah demam tersebut serius atau tidak?

Penyebab demam yang serius misalnya pneumonia atau radang paru. Terdapat tiga gejala utama pneumonia yaitu demam yang tinggi, batuk pilek dan paling penting adalah adanya sesak nafas.

Contoh infeksi lain yang serius adalah meningitis, suatu infeksi selaput otak. Penyakit ini sangat jarang. Tanda-tanda yang perlu kita waspadai adanya kemungkinan ke arah meningitis :

1. Kontak matanya tidak baik? Anak seperti tidak memandang kepada kita.
2. Ia kelihatan kesakitan ketika menggerakan kepala dan tidak ingin menggerakkannya.
3. Anak mengalami kejang.
4. Pada bayi, ubun-ubun besarnya membonjol.
5. Saat demam turun anak tetap lesu.

Pada beberapa kasus sebanyak 5% (dari rata - rata) anak, dapat terjadi kejang demam. Sebenarnya kejang demam tidak berbahaya, tetapi sangat menakutkan bagi orang tua. Kejang demam baru menjadi masalah dan disebut sebagai kejang demam kompleks bila kejang berlangsung lebih dari 15 menit, kejangnya satu sisi anggota tubuh saja, kejang berulang lebih dari 2 kali per hari, terjadi pada bayi kurang dari satu tahun, atau setahun lebih dari 4 kali kejang. Kejang demam yang terjadi pada anak yang sudah mempunyai gangguan saraf sebelumnya juga memerlukan terapi terus menerus.

Anak yang seperti apa yang mengalami kejang demam sederhana dan orang tua tidak perlu khawatir?
Apabila kejang demam yang dialami bersifat kelojotan atau kaku diseluruh tubuh, berlangsung kurang dari 15 menit dan setelah kejang berakhir maka anak sadar.

Bagaimana saya tahu kalau anak saya sadar?
Biasanya anak bayi akan menangis sedangkan pada anak yang lebih besar bila dipanggil namanya akan menengok.

Walaupun seringkali tidak berbahaya, orang tua selalu kawatir terhadap demam. Anak yang demam cenderung menjadi lebih rewel atau malas bermain dan malas makan. Kadang dapat terjadi kurang cairan atau dehidrasi. Obat penurun demam membantu menurunkan demam sehingga anak menjadi lebih nyaman.

Obat yang dapat digunakan untuk menurunkan demam

Parasetamol atau asetaminofen.
Merupakan obat penurun panas yang paling banyak tersedia di pasaran dengan berbagai macam merek. Parasetamol merupakan obat yang paling aman untuk anak dengan efek samping yang minimal. Parasetamol memiliki dua efek yaitu menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit sehingga anak menjadi lebih nyaman. Parasetamol aman bila digunakan dalam kisaran dosis 10-15 mg/kgBB/per kali pemberian, boleh 4 kali sehari. Parasetamol baru berbahanya apabila digunakan dalam dosis yang berlebihan, yaitu pada dosis 200 mg/kgBB/kali. Pada dosis tersebut parasetamol dapat menyebabkan kerusakan hati.

Sayangnya, parasetamol juga sering dicampur dalam obat flu. Jika anak anda sudah mengkonsumsi obat flu yang mengandung parasetamol, jangan berikan parasetamol lagi nanti dosisnya menjadi terlalu besar.

Ibuprofen
Dapat digunakan pada anak usia lebih dari 6 bulan, efek sampingnya adalah mual, muntah, nyeri lambung dan kadang sampai perdarahan lambung. Dosis yang digunakan adalah 10 mg/kgBB/kali, diberikan 3x/hari. Efek menurunkan demam lebih kuat dari parasetamol, tetapi efek sampingnya juga lebih besar.

Aspirin
Sudah jarang digunakan sebagai obat penurun panas karena dapat menimbulkan efek samping nyeri lambung, perdarahan lambung serta efek samping yang serius yaitu sindrom Reye

Obat Yang di Gunakan Lewat mulut atau lewat anus?
Parasetamol dapat diberikan lewat mulut atau anus. Bila anak mengalami demam tinggi, muntah dan sulit minum obat, lebih baik diberikan lewat anus. Obat yang diberikan lewat anus biasanya bekerja lebih cepat karena langsung diserap ke pembuluh darah. Penggunaan supositoria sangat mudah, bisa dilakukan sendiri di rumah.

Tips mengatasi demam pada anak
1. Berikan parasetamol untuk membantu menurunkan demam. Dosisnya adalah 10-15 mg untuk setiap kilogram berat badan anak, misalnya anak dengan berat 15 kg perlu parasetamol 150-225 mg. Tidak perlu tepat betul. Periksa di kemasan, berapa mg yang terdapat dalam setiap sendok obat atau setiap tablet. Masa kerja parasetamol lebih pendek dari ibuprofen. Boleh diberikan 4 kali sehari.
2. Beberapa orang tua lebih menyukai ibuprofen. Ibuprofen diberikan dengan dosis 10 mg/kBB/kali. Sebagai contoh anak dengan berat badan 10 kg memerkukan ibuprofen 100 mg sekali pemberian. Boleh diulang 3 kali per hari.
3. Berikan obat lewat anus bila demam tinggi, muntah, sulit minum obat.
4. Jangan kompres anak dengan air dingin atau alkohol karena anak akan menggigil. Kulit memang terasa dingin bila dikompres es, tetapi menggigil akan menaikkan suhu di dalam tubuh dan anak merasa sangat tidak enak. Cara terbaik adalah mengisi bak mandi dengan air setinggi 5 cm, dengan suhu 29-33oC. Air tersebut harus terasa sedikit hangat bila diteteskan di punggung tangan anda. Biarkan anak duduk di bak mandi, kemudian seka badan, tangan dan kaki dengan air hangat tersebut. Air akan menguap dan suhu tubuh akan turun. Pertahankan suhu ruangan 24oC. Kompres hangat akan menurunkan demam dalam 30-45 menit.
5. Jangan gunakan pakaian yang tebal atau berlapis. Gunakan pakaian yang tipis sehingga membantu meredakan demam melalui proses penguapan.
6. Dapat menggunakan kipas angin, tetapi angin jang-an diarahkan langsung ke tubuh anak.
7. Minum air yang cukup banyak merupakan hal paling penting, karena anak yang demam dapat mengalami dehidrasi.
8. Makan harus tetap diteruskan.
9. Usahakan agar obat diminum sampai tuntas

Segera hubungi dokter apabila ada
1. Demam pada bayi usia kurang dari 1 bulan, harus segera dibawa ke dokter.
2. Demam disertai kejang demam.
3. Keragu-raguan apakah anak anda menderita gejala pneumonia atau meningitis.
4. Demam tidak turun meskipun sudah diberikan obat penurun demam selama tiga hari. 5. Hati-hati demam berdarah.
6. Demam dengan disertai bintik-bintik merah di badan, mimisan atau perdarahan dari tempat lain atau disertai dengan muntah atau diare yang hebat segera bawa ke unit gawat darurat. Kemungkinan demam berdarah.
7. Demam lebih dari 7 hari yang disertai dengan keluhan pencernaan seperti sembelit atau diare. Besar kemungkinan tifus.

Referensi
Luszczak M., Evaluation and management of infants and young children with fever. Am Fam Phys 2001;64:1219-16.
Parent information handout: Fever. Pediatric in review 1997;18:445-6.
Crocetti M, Mogheli N, Serwint J. Fever phobia revisited: have parental misconceptions about fever changed in 20 years? Pediatrics 2001;8:1241-6.

Post ini Kiriman dari Seorang sobat yang berasal dari Gianyar dan meminta agar tidak di publikasikan namanya, dan Semoga post ini bermanfaat Bagi para pembaca dan sobat blogger

By : Deva

Artikel Yang Berhubungan



4 komentar:

Pertambangan mengatakan...

wah klo gue lagi sakit biasanya minum parasetamol seperti tips diatas tuh. tapi klo asetaminofen sih blum pernah saya coba

L The Lionheart mengatakan...

@ Pertambangan : Q Juga sama cuman pake parasetamol ja kalo sakit hehe...

RiP666 mengatakan...

wah bagus nih infonya berguna bgt,, klo aku demam tidur aja seharian hehehe

L The Lionheart mengatakan...

@ RiP666 : Enak donk irit biaya ke dokter hehe...

Poskan Komentar

Kami Mohon kesediaannya anda untuk memberi komentar, Terima Kasih

 
web tracker